Hari ulang tahun selalu menyadarkan saya untuk kembali mensyukuri kehidupan yang sudah dijalani. Bersyukur masih bisa menerima telepon ucapan ultah pagi-pagi buta dari keluarga di sukabumi. Bersyukur bisa membaca sms dan wall ucapan dan doa dari teman-teman. Bersyukur akan hal menyenangkan yang sudah dialami selama dua puluh dua tahun ini, juga hal menyebalkan yang bisa diambil hikmahnya.
Sejujurnya, selain bersyukur, banyak juga perasaan lain yang berkecamuk. Galau memikirkan masa depan, orientasi hidup ke depannya… Bertanya-tanya apakah saya sudah cukup beraktivitas selama ini, atau masih terlalu banyak menyia-nyiakan waktu? Apa yang akan terjadi di masa yang akan datang? Kejadian merapi kemarin, sudah cukup menambah kekhawatiran, betapa mudahnya kehidupan seseorang bisa berubah. Satu desa lenyap ditelan awan panas hanya dalam waktu beberapa menit. Bagaimana kita bisa memprediksi, apa yang akan terjadi dalam satu tahun ke depan, satu windu ke depan, bahkan satu dekade ke depan?
Sudah semester 6, sudah 22 tahun. Rencana dan harapan-harapan saya rasanya makin realistis. Jadi ingat, sampai SMA, saya masih punya harapan untuk jadi mangaka. Sekarang, saya sudah sadar sekali kemampuan grafis saya sampai dimana. Sampai SMP, saya masih punya harapan untuk bisa membuat sebuah perpustakaan super besar. Hmm. Mungkin hal-hal itu masih bisa diusahakan sih. Tapi jelas untuk rencana jangka pendek, yang harus saya pikirkan adalah mulai membuat skripsi… Memutuskan untuk bekerja atau lanjut kuliah setelah lulus S1… Dan hal-hal yang sangat adult-like lainnya. Oh ya ampun. Dan mulai mempertimbangkan real romance. No more terlalu terpesona dengan Haruma Miura atau Ninomiya (Kyaa), hingga melewatkan real potential person (as if ada) di sekitar.


1 comments:
Season of the Witch movie pictures [url=http://connections.blackboard.com/people/e0d182e612]Season of the Witch trailers [/url] Season of the Witch downloads
Post a Comment